
Padang – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dengan dukungan penuh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyelenggarakan rangkaian acara Merdeka Finansial 2024 pada Sabtu (31/8). Acara yang bertempat di Hotel Santika Premiere Padang ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube IDX Islamic, dan berhasil menarik perhatian masyarakat luas, khususnya mereka yang tertarik dengan pasar modal syariah.
Dengan tujuan meningkatkan literasi pasar modal syariah, terutama di daerah-daerah yang memiliki potensi besar dalam pengembangannya, acara ini mencakup berbagai kegiatan menarik. Mulai dari seremoni pembukaan hingga peluncuran program IDX Islamic—Dare to Invest 2024, peserta disuguhi berbagai wawasan terkait investasi syariah dalam format talk show, mini expo, hingga Training of Trainer (ToT) pasar modal syariah.
Salah satu talk show yang menjadi sorotan utama adalah sesi bertajuk Merdeka Finansial, Investasi Syariah adalah Jawabannya, yang menghadirkan Aliyah Natasya, seorang perencana keuangan bersertifikat dan pendiri Mama Bisa Investasi. Dalam sesi ini, Aliyah membahas secara mendalam mengenai konsep kemerdekaan finansial dan peran investasi syariah sebagai solusi cerdas untuk mencapainya.
Apa Itu Kemerdekaan Finansial?
Menurut Aliyah Natasya, kemerdekaan finansial adalah keadaan di mana seseorang memiliki kebebasan untuk mengelola keuangannya tanpa harus khawatir terhadap kebutuhan dasar hidupnya. \”Kemerdekaan finansial bukan hanya soal memiliki uang dalam jumlah besar, melainkan tentang bagaimana kita bisa membuat uang bekerja untuk kita, bukan sebaliknya,\” jelasnya. Hal ini berkaitan dengan kemampuan individu untuk merencanakan dan mempersiapkan masa depan finansial mereka melalui investasi yang tepat.
Bagaimana Mencapai Kemerdekaan Finansial?
Aliyah menekankan bahwa langkah awal menuju kemerdekaan finansial adalah memiliki visi jangka panjang yang jelas tentang tujuan keuangan. \”Ini meliputi perencanaan keuangan yang matang, pengelolaan pendapatan dengan bijak, serta pemahaman tentang investasi yang sesuai dengan nilai-nilai kita,\” ujarnya. Salah satu investasi yang direkomendasikan Aliyah adalah investasi syariah, karena tidak hanya memberikan potensi keuntungan, tetapi juga selaras dengan prinsip-prinsip Islam yang menekankan keadilan dan transparansi.
Investasi syariah, menurut Aliyah, dapat menjadi jalan yang aman dan beretika bagi masyarakat untuk mencapai kebebasan finansial. \”Pasar modal syariah berkembang pesat di Indonesia, dan dengan memahami instrumen-instrumen seperti saham syariah dan sukuk, kita bisa mendapatkan manfaat yang signifikan tanpa melanggar prinsip-prinsip agama,\” tambahnya.
Menghindari Kesalahan Keuangan di Usia Muda
Aliyah juga mengakui bahwa di usia muda, banyak yang melakukan kesalahan dalam mengelola keuangan, terutama karena belum memiliki pemahaman yang baik tentang perencanaan keuangan. \”Mahasiswa misalnya, masih sering bergantung pada orang tua, sementara mereka yang baru bekerja umumnya hanya memiliki pendapatan setara UMR, sehingga sulit menabung atau berinvestasi,\” jelasnya.
Kesalahan terbesar yang sering dilakukan adalah kebiasaan konsumtif, tidak membuat anggaran, dan tidak memiliki dana darurat. \”Kita sering tergoda untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Ini adalah kebiasaan yang harus dihentikan agar kita bisa mulai menata keuangan secara benar,\” tambah Aliyah.
Memperbaiki Kebiasaan Keuangan
Untuk memperbaiki kebiasaan keuangan, Aliyah memberikan beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan:
Melalui acara Merdeka Finansial 2024 ini, BEI, KSEI, KPEI, dan OJK berhasil mendorong peningkatan literasi pasar modal syariah, membuka jalan bagi masyarakat Indonesia untuk memahami bagaimana investasi yang beretika dapat membantu mereka mencapai kemerdekaan finansial yang sejati.