POV Financial Planner: Mengapa Kita Perlu Cara Baru untuk Mengelola Keuangan Untuk Hidup Waras

oleh Aliyah Natasya

“Boleh nggak sih kita menyalahkan dunia saat ini?”
Kadang saya bertanya begitu pada diri sendiri—ketika melihat bagaimana pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan kini harganya tidak masuk akal.

Saya tumbuh sebagai anak dari keluarga yang retak.
Seorang “broken-home girl” yang menyaksikan ibunya harus bertahan seorang diri—mengangkat beban hidup yang terlalu berat, terlalu sunyi, terlalu panjang.

Saya melihat kecewa. Saya melihat luka. Tetapi saya juga melihat sesuatu yang jauh lebih kuat dari semua itu: keberanian.

Ibu saya meninggalkan hidup yang tidak lagi aman. Ia memilih untuk memulai kembali, dengan status baru, tanggung jawab baru, dan tekanan sosial yang setiap perempuan Indonesia pasti memahami. Ia memilih bertahan, memilih bangkit, memilih diri sendiri.

Dan dari sanalah saya mengerti satu hal penting:

Ketika seorang perempuan punya kendali atas uangnya, ia punya kendali atas hidupnya.

Kenapa Saya Percaya Setiap Perempuan Harus Berdaya Secara Finansial?

Saya bekerja lebih dari satu dekade di dunia perbankan—di tiga perusahaan multinasional yang mengajarkan saya tentang produk, strategi, risiko, aset, pasar. Itu semua penting.

Namun pelajaran paling berharga bukan datang dari bank,
melainkan dari rumah saya sendiri.

Saya belajar bahwa uang bukan hanya soal angka.
Uang adalah tentang keselamatan.
Uang adalah tentang pilihan.
Uang adalah tentang martabat.
Uang adalah tentang kemampuan seorang perempuan menentukan hidupnya sendiri.

Di sinilah Morgan Housel mengingatkan kita:
“Wealth is the ability to not worry.”
Kekayaan bukan hanya jumlah yang ada di rekening.
Kekayaan adalah ketenangan.
Ketenangan untuk mengambil keputusan yang memihak diri sendiri.

Ketenangan untuk berkata:
“Aku tidak harus tinggal di hidup yang tidak aman.”
“Aku tidak harus bergantung pada seseorang.”
“Aku bisa berjalan sendiri.”

Uang memberi ruang untuk bernapas.
Dan bagi perempuan, itu bukan kemewahan—itu kebutuhan.


Dunia Berubah. Cara Kita Mengelola Uang Harus Ikut Berubah.

Saya percaya bahwa dunia 2026 sangat berbeda dari dunia yang dibangun oleh generasi sebelum kita.

Kita hidup di era:

  • Harga rumah yang tak terjangkau,
  • Biaya kesehatan yang naik setiap tahun,
  • Pendidikan anak yang hampir mustahil tanpa perencanaan panjang,
  • Ekonomi digital yang bergerak lebih cepat dari regulasi,
  • Dan lifestyle modern yang menempatkan wellness serta mental health sebagai kebutuhan utama.

Itulah mengapa banyak perempuan hari ini memilih:

  • Menyewa rumah daripada membeli,
  • Fokus pada karier dan skill development,
  • Mengutamakan pengalaman dibanding barang,
  • Menjaga kesehatan mental dibanding menghitung aset mati.

Bukan karena mereka tidak bertanggung jawab.
Tetapi karena dunia menuntut adaptasi yang berbeda.

Seperti kata Morgan Housel:
“The world changes. People don’t. But those who adapt win.”

Dunia berubah.
Dan perempuan modern—yang berani menyesuaikan cara mengelola uang dengan realitas baru—akan selalu unggul.


Money Care adalah Self-Care — dan Tidak Ada yang Salah dengan Itu

Dari perjalanan hidup Ibu saya, saya belajar satu hal:

Perempuan yang bisa mengelola uangnya, bisa mengelola hidupnya.

Karena itu saya selalu percaya bahwa “money care” adalah bentuk self-care yang paling nyata:

  • Self-care untuk keamanan.
  • Self-care untuk ketenangan.
  • Self-care untuk pilihan hidup yang lebih sehat.

Morgan Housel menulis:
“Your personal experiences will shape 80% of your financial behavior.”

Kita belajar mencari uang dengan cara yang kita bisa.
Kita belajar mengelola uang dengan cara yang kita tahu.
Dan kita percaya bahwa kita mampu membangun hidup yang aman, terarah, dan penuh kemungkinan.

Membantu perempuan memahami uang sebagai alat untuk membangun hidup yang lebih aman dan lebih bermakna.


Di Dunia Modern, Perempuan Butuh Modern Money Strategy

Tidak ada lagi ruang untuk teori lama seperti:

  • “Kamu harus beli rumah dulu.”
  • “Belanja kopi bikin kamu miskin.”
  • “Investasi itu untuk nanti.”

Dunia sekarang berbeda:
modern, cepat, mahal, digital, penuh tekanan, tapi juga penuh peluang.

Perempuan modern membutuhkan:

  • pemasukan yang fleksibel,
  • sistem keuangan yang adaptif,
  • proteksi untuk kesehatan mental & fisik,
  • kemampuan mengelola risiko,
  • alat digital untuk membantu keputusan,
  • arah, bukan larangan.

Karena pada akhirnya—dunia bukan semakin murah,
tapi kita bisa menjadi semakin cerdas.


Penutup: Modern Women Deserve Modern Money

Saya percaya perempuan punya kekuatan bawaan: ketabahan, empati, ketegasan, dan intuisi. Tetapi untuk bisa berdiri tegak di dunia yang berubah cepat, kita perlu satu hal lagi:

Sistem keuangan yang mendukung hidup modern, bukan mengekang.

Karena ketika perempuan memahami, merawat, dan mengelola uangnya dengan sadar—ia bukan hanya memperbaiki neraca keuangannya.

Ia memperbaiki hidupnya.
Ia memperbaiki masa depannya.
Ia memperbaiki pilihan yang bisa ia buat untuk dirinya.

Itulah tujuan saya.
Dan itu semua dimulai dari keyakinan sederhana:

Money care is self care.
Dan perempuan yang merawat uangnya, merawat dirinya.

CATEGORIES:

Blog

Tags: